Sumbar Andalkan Vaksinasi Terpusat Tingkatkan Jumlah Warga Tervaksin【skor seketika 500 net】

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Siaran langsung skor sepak bola olahraga

"Ini perlu dilakukan langkah-langkah khusus. Biasanya yang meninggal usia rentan, lansia karena itu vaksinasi adalah solusi terbaik untuk terus didorong," katanya.

Sebagai informasi, ikut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua DPRD Sumbar, Forkopimda Provinsi Sumbar, Wali Kota Padang beserta jajarannya, dan bupati /walikota se-Sumbar, perguruan tinggi, direktur rumah sakit, OPD terkait, dan instansi vertikal, serta organisasi masyarakat.

"Ini kemajuan luar biasa berkat kerja keras dari semua pihak. Pengendalian laju angka harian itu berdampak pada positivity rate berada di bawah 1. Ini jauh di bawah garis batas WHO. Indonesia berada pada posisi I terbaik di Asia Tenggara dalam pengendalian COVID-19," katanya.

"Saat ini posisi vaksinasi Sumbar untuk dosis I sudah naik signifikan. Dari awalnya peringkat dua dari bawah, sekarang sudah naik tujuh tangga dengan capaian 37,44 persen dari sasaran 4,4 juta," ujarnya.

"Ini akan kita dorong dilakukan penguatan bersama Forkopimda," katanya.

"Kita juga harus mengantisipasi kenaikan laju harian COVID-19 yang terjadi di Eropa akibat varian baru," ujarnya.

Sementara daerah yang capaiannya masih rendah di antaranya Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar dan Mentawai.

"Inggris, Belanda dan Jerman capaian vaksinasinya sudah 65 persen tapi tetap masuk gelombang III. Singapura bahkan sudah 80 persen vaksinasi tetapi masih ada masalah dengan virus varian baru. Ternyata mereka sama dengan kita, melakukan penurunan level, relaksasi kegiatan masyarakat disertai kendornya protokol kesehatan. Ini yang harus menjadi pelajaran bagi kita di Indonesia. Protokol kesehatan tidak boleh kendor," katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kondisi penyebaran COVID-19 secara umum di Indonesia sudah mulai terkendali. Rata-rata laju harian berada di bawah angka 1000.

-

Selain gerakan vaksinasi yang diinisiasi Forkopimda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, vaksinasi terpusat juga digelar oleh berbagai pihak, mulai dari universitas hingga partai politik.

Mahyeldi juga telah menyurati bupati dan wali kota untuk mewajibkan syarat vaksin bagi wisatawan yang ingin masuk ke objek wisata.

Pada kabupaten/kota, peningkatan capaian vaksinasi signifikan terlihat di Kota Padang Panjang, Bukittinggi, Sawahlunto dan Kota Padang. Bahkan untuk Padang Panjang, capaiannya sudah mencapai 79.95 persen, sehingga masuk pada PPKM level I.

Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan beberapa negara di Eropa saat ini memasuki gelombang III COVID-19. Padahal mayoritas di sana adalah negara maju dengan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang baik.

Indonesia sudah membuka ruang bagi wisatawan untuk masuk berwisata, tetapi penegakkan aturan terutama protokol kesehatan tidak boleh kendor. Kegiatan mengakibatkan kerumunan tetap harus diwaspadai karena ada risiko peningkatan kenaikan COVID-19.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) masih mengandalkan vaksinasi terpusat di provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

Namun untuk vaksinasi tahap II diakuinya masih relatif rendah, yakni 17,51 persen. Sehingga menjadi perhatian serius untuk peningkatan ke depan.

"Pelaksanaan vaksinasi terpusat cukup efektif untuk meningkatkan capaian. Pada 30 Oktober 2021 kita lakukan gerakan Sumbar Sadar Vaksin dengan target 100 ribu orang, tercapai 105 ribu lebih," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat memaparkan evaluasi pelaksanaan vaksinasi pada Rapat Forkopimda Provinsi Sumbar Bersama Panglima TNI dan Kapolri di Auditorium Gubernuran.

Foto: Biro Adpim Sumbar

Sementara untuk antisipasi Natal dan Tahun Baru, Pemprov Sumbar berharap seluruh pemangku kepentingan bisa menjaga kondisi yang sudah mulai membaik. "Kita sudah punya Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, tinggal penerapan dan pengawasan pelaksanaan. Kita juga upayakan menghindari kerumunan dan meningkatkan kedisiplinan prokes," katanya.

Ia menyoroti beberapa daerah di Sumbar yang meskipun laju harian COVID-19 menurun, tetapi tingkat kematian juga meningkat di atas rata-rata nasional.